Kamus Lengkap Peribahasa Indonesia
Labels
A
B
C
D
E
G
H
I
J
K
L
M
N
O
P
R
S
T
U
W
Y
Z
Home
»
Peribahasa berdasarkan "D"
Showing posts with label
D
.
Show all posts
Showing posts with label
D
.
Show all posts
Duduk berkisar, tegak berpaling.
Orang yang selalu ingkar dengan janjinya sendiri.
Diuji timbang lebih sesaga.
Hal yang diributkan hanyalah perbedaan yang kecil saja.
Ditingkat jenjang ditampar bendur.
Syarat mengundang untuk kenduri, hendaklah datang sendiri ke rumah orang yang dipanggil itu atau dengan surat undangan.
Ditindih yang berat, dililit yang panjang.
Tidak bisa menghindar dari kemalangan.
Ditepuk air di dulang, terpercik muka sendiri.
Menceritakan aib sendiri atau keluarga, tentulah kita juga yang peroleh malu.
Ditatang di telapak tangan.
Sangat dikasihi dan dimuliakan.
Ditaruh di bahu kepala.
Perihal anak yang dimanja.
Ditanduk kerbau badur.
Ditipu oleh orang yang bodoh.
Disangka tidak akan mengaram, ombak yang kecil diabaikan.
Karena lalai, bahaya yang kecil benar-benar menyebabkan kecelakaan.
Disangka pulut, ditanak berderai.
Kelihatannya pandai, padahal tidak tahu apa-apa.
Disangka panas hingga petang, kiranya hujan tengah hari.
Kebahagiaan tidak akan datang terus-menerus, adakalanya kesedihan pun datang.
Dirintang beruk berayun.
Asyik melihat sesuatu dengan menghabiskan waktu.
Diperas santan di kuku, miskin ke mana disurukkan.
Orang yang betul-betul miskin itu, susah menyembunyikan kemiskinannya.
Dinding sampai ke langit, empang sampai ke seberang.
Persaudaraan yang telah putus, karena persengketaan atau suatu larangan yang tidak dapat diubah lagi.
Dimandikan dengan air segeluk.
Memberi pertolongan yang tidak bisa mencukupi.
Di mana tumbuh disiangi.
Memeriksa suatu perkara setelah terjadi perselisihan.
Di mana tanah dipijak, di situ langit dijunjung.
Menaati adat istiadat yang berlaku di mana saja kita tinggal.
Di mana lalang habis, di situ api padam.
Hidup mati seseorang tidak dapat ditentukan, jika sudah waktunya di mana pun dan kapan pun saja kita bisa mati.
Di mana kayu bengkok, di sana musang meniti.
Di tempat yang tidak terjaga, di situlah pencuri akan melakukan kejahatannya.
Di mana cendawan tumbuh, di situ tembilang terentak.
Di mana masalah atau perkara timbul, di situlah jalan keluarnya.
Older Posts
Home
Lihat Juga Arti Peribahasa Berikut Ini: