Labels

Showing posts with label air. Show all posts
Showing posts with label air. Show all posts
Seperti minyak dengan air.
Orang yang tidak bisa bersatu karena tidak sepaham.
Seperti meniup api dalam air.
Melakukan pekerjaan yang sangat sulit serta tipis sekali harapan untuk mendatangkan hasil.
Seperti air pembasuh kaki.
Hadiah yang merupakan barang murah.
Seperti air di daun talas.
Perihal orang yang tidak tetap pendiriannya.
Seperti air dalam kolam.
Orang yang mempunyai sikap dan perilaku yang tenang.
Selama air hilir, selama gagak hitam.
Kiasan terhadap sesuatu hal yang selama-lamanya, misalnya dendam yang terus menerus.
Sekali air banjir, sekali tepian berubah.
Setiap kali ada pergantian pimpinan, berganti pula caranya memerintah.
Seberat-berat kayu, terapung juga di air.
Seteguh apa pun iman seseorang, dapat juga dipengaruhi.
Menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri.
Orang yang menyebarkan aib keluarganya, berarti menjelekkan dirinya sendiri.
Mencari jejak dalam air.
Mengerjakan sesuatu yang tidak mungkin.
Menangguk di air keruh.
Mencari keuntungan dalam keadaan yang sedang kacau.
Bagai menyurat di atas air.
Melakukan pekerjaan yang sia-sia dan tidak ada manfaatnya.
Ditepuk air di dulang, terpercik muka sendiri.
Menceritakan aib sendiri atau keluarga, tentulah kita juga yang peroleh malu.
Dimandikan dengan air segeluk.
Memberi pertolongan yang tidak bisa mencukupi.
Bagai menampung air dengan gayung tiris.
Orang yang kita percaya untuk menyimpan kekayaan kita, tetapi menghabiskannya tanpa perhitungan.
Bagai membandarkan air ke bukit.
Mengerjakan sesuatu pekerjaan yang tak mungkin bisa berhasil/sia-sia.
Bagai kambing diseret ke air.

Mengerjakan suatu pekerjaan yang tidak sesuai dengan keinginan, hanya karena terpaksa saja melakukannya.
Bagai ikan keluar dari air.
Diibaratkan kepada seseorang yang hidupnya selalu gelisah, cemas, dan merasa ketakutan.
Haus bagai mendapat air, lapar seperti beroleh nasi.
Perihal mendapatkan sesuatu yang sangat diharapkan.
Harapkan guntur di langit, air di tempayan dicurahkan.
Karena mendengar kabar keuntungan yang lebih besar, laba yang telah di tangan disia-siakan, akhirnya menyesal.

Lihat Juga Arti Peribahasa Berikut Ini: