Kamus Lengkap Peribahasa Indonesia
Labels
A
B
C
D
E
G
H
I
J
K
L
M
N
O
P
R
S
T
U
W
Y
Z
Home
»
Peribahasa berdasarkan "hati"
Showing posts with label
hati
.
Show all posts
Showing posts with label
hati
.
Show all posts
Putih kapas boleh dilihat, putih hati berkeadaan.
Kesucian dan kebersihan hati seseorang dapat dilihat dari cara bertutur kata dan perilakunya.
Pikir itu pelita hati.
Segala masalah akan dapat diselesaikan dengan baik apabila kita menggunakan akal dan pikiran.
Pembicaraan dari hati ke hati.
Mengungkapkan isi hati dengan jujur, dan terus terang tanpa ada yang disembunyikan.
Maksud hati memeluk gunung apa daya tangan tak sampai.
Cita-citanya tinggi, tapi tidak mampu untuk mencapai/melaksanakannya.
Bagai empedu dekat di hati.
Dua orang yang saling menyayangi tidak akan bisa dipisahkan.
Hati tak lepas, dendam tak sudah.
Tidak pernah puas dengan apa yang diperoleh.
Hati gatal, mata digaruk.
Bersungut-sungut dan merasa kesal karena tak dapat melakukan suatu maksud.
Hati gajah sama dilapah, hati tungau sama dicegah.
Perihal pembagian yang seadil-adilnya.
Hati bagai pelepah, jantung bagai jantung pisang, telinga bagai telinga rawah.
Orang yang tidak bisa membedakan antara yang baik dengan yang buruk.
Hati bagai baling-baling.
Tidak tetap, gelisah, sebentar begini, sebentar begitu.
Rupa harimau, hati tikus.
Orang yang kelihatannya pemberani, tetapi sebenarnya penakut.
Rambut sama hitam, hati masing-masing.
Setiap manusia mempunyai pendapat dan pandangan yang berbeda.
Pandai mengambil hati orang.
Pandai mempengaruhi/menyenangkan orang.
Niat hati menggetah bayan, tergetah burung serindit.
Lain yang dimaksud atau diingini, lain pula yang didapat.
Nafsu-nafsi, raja di mata, sultan di hati.
Bertindak sekehendak hati.
Makan hati berulam jantung.
Amat bersusah hati karena perbuatan orang lain.
Lain dulang lain kaki, lain orang lain hati.
Masing-masing orang berlainan pendapat, kehendak, dan pandangan.
Ladang perahu di lautan, padang hati dipikiri.
Akal atau pikiran manusia lebih luas daripada lautan, maka pergunakanlah dengan sebaik-baiknya.
Badan boleh dimiliki, tetapi hati tak dapat dimiliki.
Hal seseorang yang terpaksa mengerjakan suatu pekerjaan, tetapi pikirannya selalu
kepada orang lain.
Fisik bisa terkekang, tetapi pikiran masih bisa bebas.
Ingin hati memandang pulau, sampan ada pengayuh tidak.
Ingin melakukan suatu pekerjaan, tetapi syaratnya tidak cukup.
Older Posts
Home
Lihat Juga Arti Peribahasa Berikut Ini: