Perihal orang yang berduyun-duyun dari suatu tempat ke
tempat yang lain (keluang = kelelawar).
Seperti
itik pulang petang.
Jalannya tidak benar karena
tidak ada yang membimbing.
Disangka
panas hingga petang, kiranya hujan tengah hari.
Kebahagiaan tidak akan
datang terus-menerus, adakalanya kesedihan pun datang.
Bagai
itik pulang petang.
Sangat lamban dalam
mengerjakan sesuatu.
Hari
pagi dibuang-buang, hari petang dikejar-kejar.
1. Karena tiada pandai membagi
waktu, selalu terburu-buru dalam melakukan suatu pekerjaan. 2. Mengejar peluang atau kesempatan baik yang pernah
diabaikan sebelumnya.
Panas
tidak selamanya sampai petang.
Segala sesuatu yang baik
tidak akan selamanya menjadi baik.
Sabung
selepas hari petang.
Melakukan usaha terakhir yang
bersifat untung-untungan.